Home / Nasional / ⁠⁠⁠Jokowi: Budaya Hormati Guru Kembalikan Karakter Bangsa Indonesia
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam usai menandatangani wall of fame gerakan hormati guru di Balai Kartini Jakarta (9/11).
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam usai menandatangani wall of fame gerakan hormati guru di Balai Kartini Jakarta (9/11).

⁠⁠⁠Jokowi: Budaya Hormati Guru Kembalikan Karakter Bangsa Indonesia

Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Munas VIII LDII di Balai Kartini Jakarta, Rabu (9/11). Jokowi tiba di Gedung Balai Kartini sekitar pukul 08.40 WIB didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Di hadapan 1.500 peserta Munas, Jokowi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sebuah negara yang bersatu, bangsa yang bersatu, masyarakat yang makmur merupakan cita-cita pendiri bangsa Indonesia yang harus dijaga.

Jokowi menegaskan, untuk menjadi bangsa Indonesia setiap orang maupun organisasi harus berjiwa Pancasila, berjiwa bhinneka tunggal ika, menjunjung tinggi toleransi dan gotong royong.

“Saya mengapresiasi kegiatan LDII baik kegiatan pengajaran, pengamalan dan penyebaran agama Islam yang berdasarkan Alquran dan Alhadits yang selama ini turut serta menjaga mengembangkan kerukunan hidup di Indonesia,” imbuh Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi LDII tentang gerakan “Ayo Menghormati Guru”. Dengan budaya menghormati guru Indonesia akan kembali pada karakter bangsa. “Saya akan bisikkan pada Mendikbud agar menjadi gerakan nasional,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Prof. KH. Abdullah Syam, M.Sc, APU dalam sambutannya di depan Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan LDII saat ini ibarat sebuah pohon besar yang dapat memberikan kesejukan dan berbuah manis.

“Agar menjadi pohon yang besar maka dibutuhkan akar yang merupakan representasi dari profesional religius. Dibutuhkan akar yang mampu mensuplai kebutuhan pohon dengan nutrisi yang baik,” ujar Abdullah Syam.

Menurut Abdullah Syam, pohon yang besar juga membutuhkan batang yang kuat dan kokoh sehingga dari batang tersebut akan tumbuh cabang yang kuat pula. Batang pohon tersebut ialah gerakan menghormati guru. “Kita harapkan dari sini akan muncul buah-buah yang manis dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Penulis: Sofyan Gani
Editor: Widi Yunani

Check Also

Pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur silaturahim ke Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftakhul Akhyar di kediamannya, Komplek Ponpes Miftahul Jannah, Kedung Tarukan, Surabaya, Rabu (19/4).

LDII Bahas Perkembangan Umat Bersama Rais Aam PBNU

Pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur silaturahim ke Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftakhul Akhyar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *