Home / Ekonomi / Belajar Entrepreneur dari Pemilik Kue Lapis Bogor Sangkuriang
Anggara Kasih Nugroho Jati, Pemilik Kue Lapis Bogor Sangkuriang dan Kue Lapis Kukus Suroboyo.
Anggara Kasih Nugroho Jati, Pemilik Kue Lapis Bogor Sangkuriang dan Kue Lapis Kukus Suroboyo.

Belajar Entrepreneur dari Pemilik Kue Lapis Bogor Sangkuriang

Memulai berwirausaha ternyata tidaklah mudah. Orang yang ingin berwirausaha harus memiliki tekad yang bulat serta membutuhkan ketekunan. Tidak hanya itu, banyak hal yang harus disiapkan dan diperhatikan mulai dari hal yang terkecil salah satunya adalah kemasan produk.

Kemasan produk sangat menentukan, oleh karena itu pengusaha harus mengenal teknik pengemasan. Jadi tidak sekedar bungkus tapi harus bisa menceritakan produk tersebut.

Hal ini diungkapkan pemilik Kue Lapis Bogor Sangkuriang dan Kue Lapis Kukus Suroboyo, Anggara Kasih Nugroho Jati, dalam acara Pengajian dan Temu Bisnis Himpunan Pengusaha LDII Jatim di Ponpes Al Muflihun, Malang, Minggu (24/1).

“Kita bisa amati produk-produk di sekeliling kita. Packaging dan brand mereka mengandung makna dan cerita, setiap produk memiliki ciri khas dan dikemas dengan cara yang berbeda-beda. Hal ini menjadi sebuah nilai dari produk tersebut,” ujar Anggara, pria yang mulai merintis usahanya sejak 2011.

Selain itu, lanjut Anggara, ketika usaha mulai jalan, pengusaha harus menginvestasikan dari leher ke atas, bukan dari leher ke bawah.

Kebanyakan pengusaha UMKM kalau sudah punya duit mereka condong berinvestasi dari leher ke bawah; punya uang beli baju yang mahal, beli makan yang enak, beli ini-itu, akhirnya lalai tidak menginvestasi usaha mereka, jangan-jangan uang yang dipakai uang modal belanja usaha, uang untuk gaji karyawan, uang suplier. Ketika mau bayar supplier bingung karena uangnya habis. Oleh karena itu, uang pribadi dan usaha harus dipisahkan.

Investasi leher ke atas terkait dengan menambah wawasan untuk mengembangkan usaha.

“Menginvestasi leher keatas maksudnya kita mulai mengikuti seminar, memanage usaha, mengontrol dan menghitung bahan produksi jangan sampai loss. Pola hidup kita harus dirubah,” imbuhnya.

Yang terakhir, Anggara menambahkan bahwa seorang entrepreneur harus bisa berinovasi. Salah satu hal sepele tapi bisa membuat pengusaha kehilangan pembeli, adalah masalah antrian pembeli. Gara-gara antrian kita bisa kehilangan calon pembeli.

“Pengalaman saya, karena membludaknya pembeli, saya berinovasi menggunakan nomor tiket antrian pembeli yang tinggal pencet serta menambah jumlah kasir. Tak disangka income kami bisa bertambah dua kali lipat. Itu dari hal yang sepele,” ungkap Anggara. (Sofyan Gani)

Penelusuran terkait:

  • pemilik lapis kukus surabaya
  • tokoh nasional di balik ldii
  • owner lapis kukus surabaya
  • pemilik Roti Lapis kukus Surabaya
  • pencipta kue lapis kukus surabaya

Check Also

Anggota Mejelis Taujih Wal Irsyad DPP LDII, KH. Hafiludin, S.Pdi saat memberikan materi pada acara Workshop Ekonomi Syariah di Arabica Home Stay Kawan Kawah Ijen Bondowoso, (18/3).

Indonesia Kuat dengan Ekonomi Syariah

Ratusan peserta dari Forum Komunikasi Koperasi Syariah (FKKS) se-Jawa Timur mengikuti  workshop ekonomi syariah di Arabica Homestay Kawan …

2 comments

  1. alvys homeshopping

    Aselabar yoni jaya sulses dunia akherat amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *