Home / Seputar Jatim / DPD LDII Bojonegoro Gelar Musda VIII
musda ldii bojonegoro

DPD LDII Bojonegoro Gelar Musda VIII

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bojonegoro, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII. Proses reorganisasi pengurus, untuk menentukan kepengurusan baru 2015-2020 itu diadakan di aula pertemuan Andrawina, Hotel Aston Bojonegoro, Kamis (12/11/2015).

Musda yang mengambil tema ‘Mencetak generasi berilmu, berakhlaqul karimah, mandiri menuju masyarakat Bojonegoro yang cerdas, sehat, produktiff dan bahagia’, dibuka langsung Bupati Bojonegoro, Suyoto. Serta dihadiri Forpimda, ketua MUI dan beberapa tamu undangan lainnya.

Sekretaris Domisioner LDII Bojonegoro, Agus Arifin menjelaskan, Musda yang diadakan lima tahunan ini, selain membentuk kepengurusan yang baru juga menilai Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus yang lama. “Serta menentukan program kerja dan pernyataan rekomendasi kepada umum kontribusi LDII untuk pembangunan di Bojonegoro,” jelasnya.

Panitia pengarah Musda itu juga mengungkapkan, selain dihadiri Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur dan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), juga diikuti 21 Pimpinan Cabang di Kecamatan dan 30 pimpinan anak cabang di desa atau kelurahan. “Peserta aktif dan peninjau, total ada sekitar 300 orang,” ungkapnya.

Selama ini, LDII di bidang ekonomi sudah mendirikan BMT Amanah, yakni koperasi atau lembaga yang berbasis syari’ah. Sehingga masyarakat tidak lagi ke bank konvensional, tetapi lebih ke proses Islami.

Sementara itu, secara umum LDII juga terlibat dalam kegiatan Pelatihan Da’i di Kabupaten Bojonegoro. Serta rutin setiap hari membina masyarakat melalui dakwah. “Warga masyarakat diajak mengkaji alqur’an dan al-hadits. Siar Islam, menyampaikan moral agama Islam dan bisa berkontribusi dengan baik,” pungkasnya. [zid/ito]

Penelusuran terkait:

  • susunan panitia musda LDII jawa timur

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *