Home / Edukasi / Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo, Tolok Ukur Keberhasilan Program Pembinaan Generus
KOMPASS 2

Kompetisi Anak Sholih Sidoarjo, Tolok Ukur Keberhasilan Program Pembinaan Generus

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo (Kompass) ke-4 di Gedung Al-Barokah, Sruni, Gedangan, Sidoarjo, Minggu (17/1).

Sekitar 2.000 peserta dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Gedangan, Waru, dan Sukodono ikut meramaikan kompetisi ini. Jumlah peserta mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya anak usia PAUD dan SD yang menjadi peserta, tahun ini anak usia SMP (pra remaja) juga ikut berpartisipasi.

Kegiatan yang bertemakan “Dengan Kompetisi Anak Sholeh Sidoarjo, kita wujudkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, mandiri, dan berprestasi” itu menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan program Pembina Penggerak Generus (PPG).

Lomba mewarnai
Lomba mewarnai

PPG merupakan salah satu program pembinaan LDII terhadap generasi penerus dengan sasaran usia PAUD hingga usia mandiri.

“Tolok ukur yang lain misalnya tingkat ketertiban anak sholat di masjid, ketertiban dalam aktifitas anak mengaji di masjid, atau tingkah laku anak terhadap orang tuanya dan lingkungannya,” tutur Ir. H. Rony Romandhawira, M.M. selaku Ketua DPD LDII Sidoarjo saat ditemui tim penulis.

Rony menyatakan bangga terhadap keberhasilan para pengurus LDII beserta pakar pendidik dan orang tua dalam membina generasi penerus LDII. Ia membuka acara Kompass pada pukul 7 pagi, yang diisi dengan atraksi pencak silat Persinas ASAD.

Ada beberapa kategori lomba, diantaranya cerdas cermat, hafalan doa, adzan, pildacil, tahfidz, serta membaca dan menerangkan arti dari beberapa ayat dalam Al-Quran. Masing-masing lomba diikuti oleh beberapa perwakilan dari masing-masing Pimpinan Cabang (PC).

Khusus untuk lomba mewarnai diperuntukkan bagi peserta dengan kategori usia PAUD hingga 3 SD. Sedangkan lomba menggambar untuk usia 4-6 SD dan untuk usia SMP mengikuti lomba rangking 1.

KOMPASS 1

Demi mewujudkan tercapainya target dalam program PPG ini, selain pakar pendidik, orang tua juga dilibatkan penuh. Termasuk dalam hal mendidik putra-putrinya ketika di rumah, dan dalam hal agama sekalipun. Dengan adanya kolaborasi antara pakar pendidik dan orang tua diharapkan putra-putri LDII menjadi generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, mandiri, dan berprestasi.

“Walaupun persiapannya sangat singkat, hanya 2 minggu, alhamdulillah bisa berjalan lancar,” sambut salah satu panitia. “Untuk program dalam waktu dekat, Insyaallah akan diadakan Kompass se-Sidoarjo,” lanjutnya.

Saat acara doorprize, seluruh peserta saling berlomba menjawab pertanyaan. Tidak hanya santri, bahkan pengurus LDII dan pakar pendidik pun juga ikut menjawab pertanyaan yang dilontarkan panitia.

Di penghujung acara diumumkan juara dari masing-masing kategori lomba. Sebagai juara umum dalam Kompass 4 kali ini disabet oleh PC Gedangan.

“Dalam suatu perlombaan, menang kalah itu hal yang wajar. Walaupun kita tidak mendapatkan medali sekalipun itu tidak menjadi masalah. Sebab setiap detail pembinaan agama yang kita dapat itu nilainya lebih berharga dari pada hadiah dan medali. Itu yang kami tanamkan pada anak didik kami,” tutur Hadi selaku pakar pendidik LDII PC Sukodono. (Ita/Lian/Frano/Adam)

Penelusuran terkait:

  • info lomba menyambut muharram 2017 di surabaya sekitarnya
  • LDII Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur
  • lomba tahfidz jawa timur september 2017
  • lomba tahfidz muharram terbaru surabaya sidoarjo
  • slogan lomba tahfidz al quran ldii

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *