Home / Seputar Jatim / Lantamal V Surabaya Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Nelayan dan Pelajar
Foto bersama: Peserta wawasan kebangsaan yang diselenggarakan Lantamal V Surabaya bekerjasama Bakesbangpol Jawa Timur, Kamis (16/9).
Foto bersama: Peserta wawasan kebangsaan yang diselenggarakan Lantamal V Surabaya bekerjasama Bakesbangpol Jawa Timur, Kamis (16/9).

Lantamal V Surabaya Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Nelayan dan Pelajar

Pangkalan Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya bekerja sama Bakesbangpol Jawa Timur menggelar wawasan kebangsaan, bela negara dan ketahanan negara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Mako Lantamal V Surabaya, Kamis (15/9).

Kegiatan yang dihadiri perwakilan nelayan, pelajar dan organisasi kepemudaan ini dibuka oleh Aspers Danlantamal V Kolonel Laut (KH) Agus Suharsono.

Dalam sambutannya Agus Suharsono menegaskan bahwa kewajiban bela negara tidak hanya diperuntukkan bagi militer saja melainkan kepada seluruh warga negara Indonesia. “Mengapa harus mengadakan bela negara? Dengan kondisi negara yang aman saat ini kita jangan menggagap remeh. Musuh kita saat ini tak terlihat, mana teman mana lawan, yaitu proxy war,” ungkap Agus.

Agus berharap peserta dapat menyerap materi yang akan dipaparkan sehingga peserta selain mengerti diharapkan bisa ditularkan pada orang disekitarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Jonathan Judianto juga berkesempatan memberikan materi tentang tiga unsur membangun wawasan kebangsaan.

Pertama, membangun rasa kebangsaan. Dengan memiliki rasa kebangsaan maka akan muncul jiwa patriotisme, berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara. “Jiwa patriotisme tak hanya dimiliki TNI saja, melainkan harus dimiliki setiap warga negara Indonesia. Sehingga bangsa Indonesia jika mendapat ancaman maka setiap warga Indonesia turut membantu melawan musuh,” tutur Jonathan.

Kedua, membangun paham kebangsaan. Paham kebangsaan merupakan cerminan bagi kita sampai mana memahami tentang kebangsaan. “Kita harus memahami betul tujuan masa depan bangsa indonesia yaitu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Ketiga, membangun semangat kebangsaan yaitu memiliki motivasi memperkuat dan mempertahankan NKRI. Wujud semangat  kebangsaan ini salah satunya yang dilakukan atlet Indonesia pasangan bulu tangkis campuran Liliyana natsir fan Tantowi Ahmad yang berjuang merebut medali emas, serta Dua atlet angkat besi, Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan juga berhasil mempersembahkan mendali perak untuk Indonesia di perhelatan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. Mereka berjuang demi Indonesia.

Jonathan berpesan pada generasi muda agar menjaga keutuhan NKRI dengan memahami 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI. (Sofyan Gani)

Penelusuran terkait:

  • seminar temu pelajar lintas agama surabaya 2017

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *