Home / Edukasi / LDII Intensifkan Pengajian untuk Menangkal Bahaya Narkoba
PC LDII Wonokromo melalui Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Makmur bekerjasama dengan Puskesmas Wonokromo dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menggelar Pengajian dan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur, Surabaya, Selasa (15/3/2016).
PC LDII Wonokromo melalui Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Makmur bekerjasama dengan Puskesmas Wonokromo dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menggelar Pengajian dan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur, Surabaya, Selasa (15/3/2016).

LDII Intensifkan Pengajian untuk Menangkal Bahaya Narkoba

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam pembinaan generasi muda selain menggelar kegiatan pengajian rutin, LDII bekerjasama Pemerintah, TNI, POLRI dan instansi terkait dalam memberikan wawasan pada generasi muda, seperti seminar kemandirian, wawasan kebangsaan hingga penyuluhan bahaya narkoba.

Hal ini juga dilakukan PC LDII Wonokromo melalui Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitul Makmur bekerjasama dengan Puskesmas Wonokromo dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menggelar Pengajian dan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur, Surabaya, Selasa (15/3/2016).

Petugas BNN Kota Surabaya, Ronizar Abdilah S. Psi., membeberkan ciri-ciri orang yang kecanduan narkoba yaitu diantaranya memiliki kecenderungan suka menyendiri, merasa cemas, hilang fokus dan kemampuan berpikirnya karena narkoba menyebabkan rusaknya otak manusia.

Agar tidak terjerumus narkoba, BNN Kota Surabaya berharap generasi muda untuk selalu fokus dan mengejar prestasi pada hal-hal positif baik dalam hal akademis maupun seni dan olahraga. Selain itu peran keluarga dalam menjalin komunikasi secara positif antara orang tua dan anak juga bisa menjadi benteng pintu yang kokoh untuk menjauhi narkoba.

“Saya berharap siswa PPM Baitul Makmur dan pemuda LDII bisa menjadi Kader “Stop Merokok” untuk mengingatkan teman sebayanya agar mulai mengurangi bahkan meninggalkan rokok yang merupakan pintu masuk menuju narkoba,” ujar Roni.

Hal ini direspon baik oleh Ketua PPM Baitul Makmur, H. Bambang Raditya Purnomo, MM. Ia mengatakan, ulama LDII mendukung dan memiliki pandangan yang sama dengan fatwa MUI tentang haramnya merokok. Maka LDII untuk mencanangkan Gerakan Anti Merokok bagi seluruh keluarga besar LDII khususnya bagi para generasi muda karena begitu banyaknya mudhorot dari merokok.

“Untuk menangkal bahaya narkoba LDII mengintensifkan pengajian sehingga generasi muda bisa memahami secara utuh tentang halal-haram, dosa-pahala serta surga-neraka. Dan LDII memiliki program unggulan berupa Penggerak Pembina Generus (PPG) untuk mengantarkan generasi muda memiliki tri sukses yaitu alim, berakhlak karimah dan mandiri,” ujar Raditya yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur.

Dalam pengajian tersebut turut hadir Kepala Puskesmas Wonokromo, dr. Era Kartikawati. Dalam kesempatan tersebut Kepala Puskesmas Wonokromo memberikan bantuan berupa alat kesehatan, kotak P3K, obat-obatan dan vitamin bagi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) PPM Baitul Makmur serta Kartu Berobat Gratis bagi Siswa PPM Baitul Makmur.

Penuliss: Sofyan Gani
Editor: Widi Yunani

Penelusuran terkait:

  • pengajian narkobah

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *