Home / Berita Nasional / LDII Jatim Selaraskan Program Kerja dengan Nawa Bhakti Satya
Khofifah Memberikan Sambutan Muswil LDII Jatim
Khofifah Memberikan Sambutan Muswil LDII Jatim

LDII Jatim Selaraskan Program Kerja dengan Nawa Bhakti Satya

Provinsi Jawa Timur genap 75 tahun pada Senin, 12 Oktober 2020. Peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur ini ditetapkan dalam Perda Nomor 6 Tahun 2006. Tanggal 12 Oktober merupakan hari pertama bertugasnya Raden Mas Tumenggung Aryo Soerjo sebagai gubernur pertama di Jawa timur. Tepatnya pada 12 Oktober 19945 Raden Mas Tumenggung Aryo Soerjo melaksanakan perjalanan untuk berpindah dari Bojonegoro ke Surabaya.

Di Usia 75 Tahun Jawa Timur, Pemerintah Povinsi Jawa Timur mengusung tema sesuai dengan tema HUT Republik Indonesia ke-75 tahun 2020 “Indonesia Maju”, yaitu melalui Semangat Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju. Nawa Bhakti Satya merupakan Sembilan janji kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Berkaitan dengan ini, Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji mengungkapkan bahwa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur mencanangkan program kerja yang berupaya dalam mewarnai pelaksanaan mewarnai pelaksanaan Nawa Bhakti Satya. “Artinya program kerja dari LDII disinergikan untuk sehingga nanti bisa membantu Ibu Khofifah untuk mewujudkan janji tersebut,” tutur Amrodji.

Ada sembilan poin dalam Nawa Bhakti Satya. Pertama, membentuk Jawa Timur Sejahtera. Program tersebut menghendaki agar penduduk Jawa Timur mendapatkan kesejahteraan, yang artinya tercukupi baik lahir maupun batin. Program ini dilaksanakan bagaimanapun caranya sehingga penduduk Jawa Timur dapat sejahtera, artinya semua kebutuhannya tercukupi yaitu kebutuhan sandang, pangan, papan, dan sebagainya. Sehingga diharapkan semua penduduk Jawa Timur memiliki rumah tangga yang sejahtera. Hal ini diwujudkan dengan menggalakkan program Keluarga Harapan (PKH) untuk penduduk miskin.

Janji kedua yaitu Jatim Kerja, Pemprov Jawa Timur berharap bahwa lapangan pekerjaan yang ada di Jawa Timur ini mampu mencukupi kebutuhan warganya. Program ini akan fokus pada penyediaan pelatihan pelatihan kerja serta pengembangan pendidikan vokasi. Amrodji menjelaskan bahwa dengan adanya program Jatim Kerja menunjukkan bahwa Khofifah sebagai Gubernur Jatim berharap agar tidak terjadi pengangguran di sana-sini. Setidaknya angka pengangguran ditekan seminimum mungkin, bahkan diusahakan mendekati angka nol.

Janji ketiga yaitu Jatim Cerdas dan Sehat. Program ini berkeinginan untuk mewujudkan penduduk Jawa Timur itu cerdas, yang berarti berpendidikan. Berpendidikan baik secara formal maupun non formal bisa terlaksana dengan baik. Program kerja ini memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah. Pemprov juga berjanji untuk memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, nelayan, anak buruh, anak yaitu piatu yang tidak mampu. Jatim sehat berarti mewujudkan kesehatan penduduk provinsi jatim sehat lahir batin, tercukupi kebutuhannya, karena kebutuhan sehat ini merupakan kebutuhan dasar. Hal ini dilaksanakan dengan adanya program desa sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan.

Adapun janj ke empat yaitu Jatim Akses. Tujuan dari program ini adalah untuk membangun infrastruktur dalam kerangkan pengembangan wilayah terpadu dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar. Provinsi Jawa Timur terdiri dari daerah yang beragam, dari daerah perkotaan, pedesaan, bahkan daerah hutan. Oleh karena itu masih ada beberapa tempat yang mungkin saat ini sangat sulit terjangkau. Melalui program Jatim akses, diharapkan agar semua daerah di Jawa Timur dapat dijangkau dan diakses dari satu tempat ke tempat lainnya.

Bagi warga LDII, yang tersebar di 38 kabupaten/kota Jawa Timur, memiliki peluang besar untuk membantu terlaksananya Jatim Akses. Amrodji mengatakan, “Bagaimanapun juga akses jalan itu harus bisa ditempuh dengan baik. Kita dapat melihat bahwa di berbagai tempat baik di kabupaten maupun kota jalanannya sudah diaspal dan juga dibeton,” katanya.

Janji yang ke lima, yaitu Jatim Diniyah. Program ini menjanjikan adanya penguatan peran pondok pesantren dan mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah S2. Hal ini menunjukkan bahwa Pemprov Jatim juga memikirkan pendidikan keagamaan. Seperti kita ketahui sebelumnya, pendidikan non formal yang ada di pondok pesantren masih belum terjamah dalam kehidupan kita mungkin seakan-akan menjadi termajinalkan. Pada saat ini oleh pemprov Jatim diangkat kembali. Terkait Jatim Diniyah, Amrodji menuturkan, “Para santri merupakan anak bangsa, meraka juga mempunyai andil dalam membesarkan bangsa ini melalui keagamaan. Kita harapkan hal ini bisa menyentuh kepada pondok pesantren yang ada di daerah,” tuturnya.

Janji yang ke enam yaitu Jatim Agro. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap Jatim nantinya tidak mengalami kekurangan sandang maupun pangan. Hal ini bertujuan untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, dan perkebunan sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Program ini menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan. Harapan lain dari Jatim agro yaitu agar Jatim menjadi lumbung pertanian yang tidak impor dari daerah lain. Bahkan diharapkan Jatim bisa menjadi lumbung yang dapat mendukung daerah-daerah lain dalam memenuhi sandang dan pangannya.

Janji yang ke tujuh Jatim Berdaya yaitu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM  melalui One Village One Product One Corporate and Agropolitan. Program ini adalah Communal Branding untuk UMKM, supply and demand channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, dan menumbuh-kembangkan koperasi perempuan, petani, nelayan, dan perdagangan antar pulai. Amrodji pun berharap dengan adanya Jatim berdaya, Jawa Timur  memiliki daya saing di bidang pertanian dan jangan sampai kalah dengan daerah lain.

Janji yang ke delapan yaitu Jatim Amanah. Pemprov Jatim menyelenggarakan pemerintah yang bersih, efektif, dan anti korupsi. Membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handing system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, peluasan dan pelayanan berbasis IT. Amrodji mengatakan “Pejabat pemerintahan di provinsi, kabupaten/kota, bahkan tingkat kecamatan, kelurahan dan RT/RW bisa menjadi seorang pejabat yang amanah, yang bisa benar-benar bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” tegasnya.

Janji yang terakhir yaitu Jatim Harmoni. Program ini meliputi upaya menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup.  Menilik dari luasnya Provinsi Jawa Timur, diketahui bahwa keberagaman yang ada sangatlah luas. Mulai dari keragaman beragaman, keragaman suku, dan keragaman bahasa. Amrodji berpendapat bahwa, banyaknya keberagaman yang dimiliki Jatim merupakan modal besar untuk kemajuan Jatim. “Diharapkan dengan keragaman ini tetap bersatu sehingga memunculkan harmonisasi antara satu dengan lainnya, dari agama satu dengan lainnya, antara golongan satu dengan lainnya, orang berbahasa satu dengan bahasa yang lainnya. Dengan adanya keberagaman ini memungkinkan kejadian konflik, akan tetapi jika diramu dan dirawat dengan baik antara satu dengan yang lainnya, insya allah harmoni itu dapat terwujud, lanjut Amrodji”.

LDII sebagai organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam terwujudnya Sembilan Satya Bhakti ini. Amrodji menuturkan “Kita sebagai keluarga besar LDII yang ada di Jatim harus turut serta dalam membantu Pemprov Jatim pada khususnya, dan pemerintah RI pada umunya untuk menciptakan harmonisasi satu dengan yang lainnya. Termasuk dalam mensukseskan sembilan janji yang sudah dijadikan tema oleh Khofifah dalam rangka kesejahteraan keluarga besar penduduk Jawa Timur,” pungkasnya.

Check Also

Prasetyo Sunaryo, Tokoh Pemikir dan Ketua DPP LDII Meninggal Dunia

Jakarta (1/8) . Ir H Prasetyo Sunaryo, MT, Ketua DPP LDII yang sekaligus koordinator think …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *