Home / Edukasi / LDII Sinergikan Pramuka dengan Pembinaan Generus
Sosialisasi pembentukan Satuan Komunitas Daerah Sekawan Persada (Sakoda SPN) Jawa Timur di Aula lantai 3 Gedung DPW LDII Jawa Timur, Minggu (17/4/2016).
Sosialisasi pembentukan Satuan Komunitas Daerah Sekawan Persada (Sakoda SPN) Jawa Timur di Aula lantai 3 Gedung DPW LDII Jawa Timur, Minggu (17/4/2016).

LDII Sinergikan Pramuka dengan Pembinaan Generus

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) fokus membina pendidikan agama generasi muda melalui Penggerak Pembina Generus (PPG) agar kelak bisa mewujudkan tri sukses generus yaitu generasi yang memiliki akhlakul karimah, berilmu dan mandiri serta tercapainya karakter enam Tabiat Luhur yaitu rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah, dan hemat-kerja keras.

Untuk mendukung pembinaan generus tersebut LDII mensinergikan antara PPG dengan Pramuka.

Untuk itu DPW LDII Provinsi Jawa Timur akan membentuk Satuan Komunitas Daerah Sekawan Persada Nusantara (Sakoda SPN) Jawa Timur. Sako SPN yang merupakan perwujudan Komunitas Pramuka berbasis Masjid dan Pondok Pesantren yang dimiliki LDII ini telah diresmikan serta dikukuhkan pada 25 November 2013 oleh Ketua Kwarnas, almarhum Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH.

Sekretaris Majelis Pembimbing Sakonas SPN Edwin Sumiroza mengatakan LDII memilih Pramuka karena sangat cocok untuk mendidik dan membentuk sebuah karakter anak.

“Pramuka sebagai sarana atau alat Penggerak Pembina Generus (PPG) yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga akhlakul karimahnya lebih baik, meningkat dan memiliki jiwa-jiwa mandiri,” kata Edwin pada Sosialisasi Pembentukan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara Jawa Timur di Gedung DPW LDII Jawa Timur, Minggu (17/4).

Menurut Edwin, Dasa Dharma Pramuka tidak bertentangan dengan norma-norma agama. Oleh karena itu pengurus Sako Pramuka dan pengurus PPG disinkronkan sehingga pengurus PPG piawai dalam pembinaan pembentukan karakter generus. Salah satunya wujud program Pramuka adalah memasukkan pelajaran tentang birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan kemandirian seperti menyetrika, memasak, dan sebagainya.

“Di setiap permainan Pramuka supaya dijadikan nasihat. Nasihat dalam kehidupan akan lebih nyantol (mudah diingat), lebih menjiwai daripada dengan diomongin (sekadar dibicarakan). Kalau hanya mendengar dan melihat kita ingat. Tapi kalau kita mendengar, melihat dan mengalaminya insya Allah lebih paham. Inilah yang membedakan Sako Pramuka dengan yang lainnya. Selain dharma wisata, perkemahan, outbond, Pramuka sako menarik hikmah birrul walidain, bab syukur, dan bab hikmah lainnya di setiap permainan sehingga bisa menjadi bahan nasihat agama,” lanjutnya.

Peserta simulasikan salah satu permainan Pramuka.
Peserta simulasikan salah satu permainan Pramuka.

Sosialisasi tersebut dihadiri peserta dari 10 DPD LDII Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Dalam acara tersebut juga diisi simulasi permainan, seperti permainan menurunkan sebuah pipa panjang secara bersamaan yang membutuhkan satu komando, satu tujuan dan saling menjaga ego masing-masing.

“DPW LDII Jawa Timur secepatnya akan membentuk Sakoda SPN dan nantinya akan diikuti pembentukan Sakocab SPN di masing-masing DPD LDII Kabupaten maupun Kota di Jawa Timur,” kata Amien Adhy, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur.

Amien menambahkan, Pramuka sangat bermanfaat barokah bagi kemajuan generasi penerus. Tujuannya bukan mengibarkan bendera Sako tapi menjadi sarana atau alat dalam pembinaan generus.

Penulis: Sofyan
Editor: Widi Yunani

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *