Home / Seputar Ramadhan / Menghidupkan Shalat Malam di Bulan Ramadhan

Menghidupkan Shalat Malam di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dirindukan dan diharapkan kedatangannya oleh setiap orang Islam dan orang iman. Karena di bulan ramadhan dikatakan musim kebaikan, karena di bulan Ramadhan kebaikan akan dilipatgandakan yang tidak sama dengan di bulan-bulan lainnya.

Maka dari itu marilah kita sebagai umat Islam yang oleh Allah telah diberikan anugerah Ramadhan ini memanfaatkan untuk terus meningkatkan  ibadah kepada Allah, terutama berdiri (melakukan) shalat di waktu malam.

Di bulan Ramadhan Rasulullah SAW telah memberikan motivasi, semangat dan dorongan kepada umatnya agar melaksakan shalat di waktu malam. Rasulullah bersabda, “Siapa yang berdiri pada malamnya bulan Ramadhan, Dia shalat sunah (shalat tarawih) atau berdiri niat karena Allah ingin pengampunan dan ridha dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.”

Rasulullah SAW tidak hanya memberikan motivasi akan tetapi sekaligus memberikan contoh kepada umatnya. Di kesehariannya Rasulullah SAW tertib melaksanakan shalat wajib berjamaah dan begitu pula shalat sunah atau shalat malam. Diriwayatkan di beberapa hadits shahih Bukhari, Rasulullah di bulan Ramadhan pernah shalat sampai separuh malam. Setelah shalat isya’ Rasulullah melaksanakan shalat tarawih sampai separuh malam dan juga pernah shalat sampai sepertiga malam. Ketika di malam ganjil sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan Rasulullah melaksanakan shalat tarawih sampai mendekati waktu subuh.

Oleh kerana itu kita sebagai umat Islam sudah sepantasnya untuk memanfaatkan waktu-waktu di bulan Ramadhan untuk meningkatkan shalat malam.

Masih banyak diantara kita tidak bisa melihat apa rahasia dari lamanya melaksanakan shalat seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Shalat ialah bermunajat kepada Allah, berbisik dan berdialog kepada Allah. Sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, “Seseorang yang melaksanakan shalat itu adalah sama dengan dirinya berdialog dan berbisik dengan Allah maka hendaklah perhatikan apa yang dibisikkan dan dialog dengan Allah SWT.”

Disinilah letak manisnya pekerjaan shalat sehingga shalat lama pun tidak terasa sebagaimana Rasulullah SAW membaca surat Al Baqarah sampai khatam, membaca surat Ali Imron hingga khatam dalam satu rakaat itu beliau merasakan bahwa shalat itu adalah berbisik dengan Allah, mohon ampun kepada Allah dan berdoa kepada Allah sebagaimana bacccan shalat yang telah kita ketahui bersama.

Banyak diantara kita yang bosan sehingga melaksakan shalat dengan tergesah-gesah, sehingga tidak sempat bermunajat kepada Allah, tidak konsentrasi, dan tidak sunguh-sungguh di dalam  menghayati apa yang dia baca.

Kita semua berharap agar bisa menghayati dengan apa yang kita baca di waktu shalat dan mengenai gerakan-gerakan shalat yang merupakan gerakan ibadah kepada Allah dengan melakukan penuh khusuk dan tawakal serta harapan yang sungguh kepada Allah dengan pengampunan Allah dan pahala serta derajat dari sisi Allah.

Sumber: www.ldii.tv

Penelusuran terkait:

  • solat malam ldii

Check Also

Keutamaan dan Keistimewaan Lailatul Qadar

Keutamaan dan Keistimewaan Lailatul Qadar

Allah telah memberikan keutamaan yang besar kepada umat Rasulullah SAW yang tidak diberikan kepada umat-umat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *