Home / Seputar Jatim / Ngaji dan Nonton Film Dokumenter di Akhir Tahun
Pengajian akhir tahun PAC Pekarungan & Suruh
Pengajian akhir tahun PAC Pekarungan & Suruh

Ngaji dan Nonton Film Dokumenter di Akhir Tahun

Untuk menghindari pengaruh negatif terhadap remaja yang umumnya semakin marak saat perayaan tahun baru, remaja LDII PAC Pekarungan dan Suruh, Kabupaten Sidoarjo mengadakan pengajian akhir tahun, Kamis (31/12).

Kegiatan tersebut sesuai dengan ijma’ para ulama LDII agar remaja LDII lebih terarah pada kegiatan positif, serta terhindar dari pengaruh negatif saat malam pergantian tahun. Sebab, remaja Indonesia sedang dilanda krisis moralitas.

Kegiatan ini dilangsungkan selepas magrib. Diawali dengan pengajian Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Ricky Munandar asal Medan. Ustadz Ricky menyampaikan, “Kita harus bangga menjadi orang yang asing. Sebab, orang asing adalah orang yang beruntung.”

Makna orang asing menurut Ustadz Rizky adalah ketika orang lain melakukan kemaksiatan/kejelekkan, diri sendiri dapat mengerjakan kebaikan. Menurutnya, tak perlu bosanmelakukan kebaikan.

“Dan janganlah bosan-bosan melakukan kebaikan. Sebab sesungguhnya kematian itu lebih dekat dari pada tali sandal dengan kaki. Sehingga saat kita mati dalam keadaan melakukan kebaikan,” tambah Ustadz Ricky.

Pemutaran film
Pemutaran film

Kegiatan yang berlangsung di masjid binaan LDII PAC Pekarungan, Baitul Makmur ini dihadiri oleh pengurus PAC dan PC setempat. Selain turut memeriahkan kegiatan, juga untuk mengawasi jalannya kegiatan tersebut.

Pengajian ini diikuti sebanyak 24 orang laki-laki dan 12 orang perempuan, yang rata-rata berusia SMP dan belum menikah.

Selain pengajian Al-Qur’an, kegiatan juga diisi dengan berbagai permainan (games), pemutaran video dokumenter kegiatan remaja LDII PAC Pekarungan dan Suruh selama tahun 2015, nonton film motivasi, bakar-bakar jagung & pentol, serta makan malam. Dan pada waktu sepertiga malam juga akan diadakan doa malam bersama.

Permainan yang disediakan panitia adalah yang melatih kekompakan dalam tim, seperti memasukkan paku dalam botol yang dilakukan oleh setiap kelompok. Satu kelompok terdiri sekitar 6-7 orang. Perut mereka diikat dengan tali rafia dan dihubungkan dalam 1 titik, yang mana pada titik pusat tersebut akan diberi sebuah paku yang kemudian secara serempak harus dimasukkan ke dalam botol.

“Acaranya seru, ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat, kekompakan dalam tim sangat diperlukan dalam game ini,” kata Salam, salah satu peserta pengajian. (Ita)

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *