Home / Dakwah / Pemuda di Zaman Rasulullah
Foto: auracles.blogspot.com
Foto: auracles.blogspot.com

Pemuda di Zaman Rasulullah

Sebuah negara, organisasi maupun kelompok bisa maju, besar dan tetap eksis, semua tergantung pada pemuda-pemudanya. Begitu pula dengan Islam, yang kini menjadi besar di penjuru dunia berkat pemuda-pemudanya.

Melihat pada zaman Rasulullah SAW, yang paling banyak di sekelilingnya adalah dari kalangan pemuda. Bahkan setelah Rasulullah SAW wafat banyak tokoh-tokoh agama bermunculan dari kalangan pemuda.

Jadi tidak heran jika agama Islam berkembang begitu pesatnya. Pemuda-pemuda Islam layak dihandalkan, baik di masalah ilmu, masalah keberanian maupun masalah pengorbanan. Pemuda-pemuda di zaman Rasulullah adalah pemuda yang patut kita contoh.

Hal ini disampaikan KH. Abdullah Mas’ud saat tausiah agama setelah shalat maghrib di Masjid Luhur Al Ikhlas Surabaya, Sabtu (23/4).

Abdullah menegaskan bahwa pemuda saat ini agar bisa mencontoh pemuda di zaman Rasulullah terutama di dalam masalah ilmu agama. Salah satu contoh Sahabat Rasulullah SAW yaitu Abdullah Ibnu Abbas anak dari Abbas bin Abdul-Muththalib, paman dari Rasulullah Muhammad SAW.

Ketika Rasulullah SAW wafat Abdullah Ibnu Abbas baru berusia 13 tahun, tapi Abdullah Ibnu Abbas ketika beranjak usia 15 tahun  sudah ditokohkan oleh umat Islam terutama saat di zaman khalifah Umar bin Khattab R.A.

Abdullah dalam tausiahnya menceritakan bahwa Khalifah Umar ketika mengadakan majelis permusyawaratan selalu mengajak tokoh-tokoh sahabat tak terkecuali Abdullah Ibnu Abbas. Akhirnya suatu ketika ada sahabat yang protes, “Kalau mau mengajak anak kecil musyawarah, di rumah saya juga banyak anak kecil”. Khalifah Umar menjawab, “Dia adalah seorang yang sudah kalian ketahui, ia adalah orang yang terkenal kecerdasannya dan pengetahuannya.”

Suatu saat Khalifah Umar ingin menunjukkan sehebat apa Abdullah Ibnu Abbas. Ketika berkumpul, Khalifah Umar membaca Surat An Nasr:

surah-an-nasr

“Ketika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, engkau melihat manusia masuk Islam dalam keadaan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji kepadaNya dan memintalah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Menerima Taubat”.

Kemudian Khalifah Umar bertanya kepada para sahabat, “Apa yang kalian pahami tentang ayat ini?” Semua jawaban para sahabat sama yaitu, “Kalau Islam sudah menang, Islam sudah jaya kita harus banyak bersyukur dan banyak beribadah.” Namun giliran Abdullah Ibnu Abbas ditanya, “Wahai Abdullah Ibnu Abbas apa yang kamu pahami tentang ayat ini?” Abdullah Ibnu Abbas menjawab, “Itu adalah kabar bahwa Rasulullah akan segera wafat.”

Para sahabat tak memikirkan sampai sedemikian itu, namun yang masih berusia belasan tahun bisa mempunyai pengertian sedalam itu.

“Sebab di dalam Al Quran sudah disebutkan Rasulullah SAW tidak akan diambil sampai agama Allah (Islam) itu tegak. Maka sekarang dinyatakan agama Islam sudah menang, sudah tegak berarti Rasulullah akan segera wafat,” terang Abdullah.

Bahkan banyak dari kalangan Tabi’in yang mempelajari ilmu agama dari Ibnu Abbas. Diantara mereka yang terkenal adalah murid-muridnya yang ilmunya melimpah ruah seperti Atha’ ibnu Abi Rabbah, Sa’id Ibnu Jubair, Mujahid ibnu Jabar Al-Khazramy, Ikrimah Maula Ibnu Abbas dan Thawus ibnu Kysan Al-Yamany.

Penulis: Sofyan
Editor: Widi Yunani

Penelusuran terkait:

  • semua tergantung dari pemuda
  • sunset di gurun

Check Also

Foto: rixxono.wordpress.com

Membiasakan Diri Selalu Dalam Keadaan Baik

Guru Pondok Wali Barokah Kediri KH. Abdullah Mas’ud berkesempatan memberikan tausiah setelah shalat maghrib di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *