Home / Dakwah / Pentingnya Evaluasi Diri
Pentingnya Evaluasi Diri
Pentingnya Evaluasi Diri

Pentingnya Evaluasi Diri

Definisi orang yang cerdas dan kuat menurut Nabi Muhammad SAW adalah orang yang selalu mengevaluasi dirinya dan dia selalu beramal untuk mempersiapkan kehidupan setelah kematian. Yakin dan sadar bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat. Sedangkan kehidupan dunia adalah kehidupan yang fana dan kehidupan yang akan ditinggalkan. Dunia hanyalah tempat bercocok tanam untuk persiapan kehidupan setelah akhirat. Maka dari itu orang yang cerdas pasti akan mengutamakan kehidupan akhiratnya, pasti akan berbenah diri dan mengoreksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Sedangkan orang yang lemah menurut Nabi Muhammad SAW adalah orang yang selalu dikalahkan oleh hawa nafsunya, tidak bisa menahan hawa nafsunya. Hawa nafsunya digunakan untuk berbuat maksiat dan kerusakan. Setelah berbuat maksiat dan kerusakan, lalu berangan-angan kepada Allah SWT bahwa dosa yang dilakukan adalah dosa yang kecil dan dosanya pasti akan diampuni oleh Allah, yakin bahwa akan dimasukan kedalam surga. Inilah definisi orang yang lemah, orang yang bodoh pikiranya.

Koreksi diri itu sangat penting agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sahabat Umar RA pernah perkata: “Koreksilah dirimu sebelum kamu dikoreksi” ini petunjuk yang detail dan ringkas dalam kita hidup di dunia ini, agar tidak luput dari salah dan dosa baik kesalahan yang disengaja atau kesalahan yang tidak disengaja. Maka dari itu kita harus selalu mengkoreksi diri dan evaluasi diri agar kita mejadi pribadi yang baik.

Kita sadari dan kita yakini jika kita selalu mengevaluasi diri, maka dosa-dosa kita tidak akan sampai menumpuk dan akhirnya tidak menjadi dosa besar di kemudian hari, sehingga kita lebih mudah mentaubati kesalahan itu. Sebagai perumpamaan, orang yang terkena penyakit diabetes militus maka akan lebih mudah diobati ketika penyakit itu masih stadium awal. Ketika penyakit itu sudah terlanjur parah maka akan susah diobati dan susah dikembalikan seperti semula.

Sama seperti kemaksiatan yang kita lakukan setiap harinya. jika kita tidak ada upaya untuk mengevaluasi diri maka kemaksiatan itu akan menjadi kebiasaan, menjadi karakter yang akan  merusak kehidupan, ibadah, iman dan mengikis ketaqwaan kita. Orang iman melihat dosa-dosanya seperti dia duduk dipinggir tebing lalu tebing itu siap menimpa dia sewaktu waktu. Orang iman akan takut ketika dosa-dosanya menimpa padanya dan menjerumuskan dia kedalam neraka. Maka sebagai orang iman sejati kita harus selalu intropeksi dan menghindari dosa dan bertaubat ketika di qodar berbuat dosa.

Ahli maksiat adalah orang yang melihat dosa-dosanya bagaikan ia melihat seekor lalat yang hinggap di batang hidungnya, kemudian ia mengusirnya seperti ini lalu terbang (ia menganggap remeh dosa).

Maka dari itu kita harus mengintropeksi diri dan meluangkan waktu untuk merenung kebaikan apa yang telah dilakukan? Apa pahala yang sudah kita capai? Apakah sudah tertib ibadah? Apakah sudah sedekah? Apakah sudah beramal?

Seperti itu terus, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Aamiiin

Check Also

Keutamaan Shodaqoh di Bulan Ramadhan

Manfaat Shodaqoh di Bulan Ramadhan

Semua orang ingin sempurna pahalanya sempurna mati masuk surga. Kalau kita ingin sempurna pahalanya ada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *