Home / Seputar Jatim / Persinas ASAD Kenalkan Budaya Pencak Silat Sejak Usia Dini
Festival Pasanggiri Persinas ASAD Kabupaten Gresik, Minggu (1/5).
Festival Pasanggiri Persinas ASAD Kabupaten Gresik, Minggu (1/5).

Persinas ASAD Kenalkan Budaya Pencak Silat Sejak Usia Dini

Sejak dahulu Indonesia terkenal memiliki beragam kebudayaan. Mulai dari pakaian adat, makanan, seni tari, alat musik hingga ilmu bela diri. Salah satu ilmu bela diri yang khas berasal dari nusantara ialah pencak silat. Seni olah tubuh  ini merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia yang menjadi kepribadian bangsa yang dikenal oleh dunia internasional.

Pencak silat sendiri merupakan ilmu bela diri yang diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Namun dalam perkembangannya masyarakat Indonesia lebih tertarik mempelajari seni bela diri dari negara lain semisal Muai Thai dari Thailand, Karate dari Jepang, Taekwondo dari Korea Selatan dan lain sebagainya  karena dianggap lebih populer dan lebih modern sehingga animo warga negara Indonesia untuk mempelajari dan mendalami seni bela diri ini semakin berkurang.

Oleh sebab itu untuk menumbuhkan minat generasi muda pada budaya pencak silat, Persinas ASAD Kabupaten Gresik menggelar ‘Festival Pasanggiri Persinas ASAD Kabupaten Gresik’ di Gedung DPD LDII Gresik, Minggu (1/5).

Festival tersebut diikuti 740 peserta. Kategori usia peserta mulai usia dini, pra remaja, remaja, dewasa, hingga usia istimewa (usia lansia).

Selain bertujuan untuk melestarikan kesenian asli Indonesia pencak silat juga merupakan salah satu bentuk olahraga yang berguna untuk kesehatan jasmani maupun rohani. Disela-sela pembukaannya Dewan Pembina Persinas ASAD Kabupaten Gresik Abu Amer menuturkan bahwa dengan berolahraga akan membuat badan menjadi lebih sehat sehingga dalam menjalankan ibadah akan lebih bersemangat.

“Selain berguna untuk menyehatkan badan, pencak silat berguna untuk melatih kemandirian seseorang dalam menjaga diri,” kata Abu.

Rofik, selaku ketua panitia kegiatan mengatakan dengan digelarnya festival bertujuan untuk lebih memasyarakatkan lagi seni pencak silat asli Indonesia ini kepada masyarakat khususnya pada warga LDII. Sehingga  budaya asli Indonesia ini bisa lestari dan terus berkembang.

“Meskipun dengan adanya kendala yang dihadapi oleh panitia pelaksana, acara yang berakhir pada pukul 20.00 WIB ini berlangsung dengan tertib dan lancar,” pungkas Rofik.

Penulis: Handi Tirtana R
Editor: Widi Yunani

Penelusuran terkait:

  • apa itu pasanggiri asad
  • bela diri pakai musik ldii
  • pasang giri persinas asad

Check Also

WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *