Home / Ekonomi / Rahasia Sukses dalam Kehidupan Rasulullah
Syekh Abdul Aziz Ridwan
Syekh Abdul Aziz Ridwan

Rahasia Sukses dalam Kehidupan Rasulullah

Ketika Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW berdoa agar dijadikan hidup yang miskin dan mati dalam keadaan miskin. Apakah kita mempunyai keinginan sama seperti Nabi Muhammad SAW yang ingin hidup miskin dan mati dalam keadaan miskin? Pasti semua orang mempunyai keinginan menjadi orang kaya semasa hidupnya.

Dalam makna doa tersebut Nabi Muhammad SAW ingin menunjukkan nikmat yang hakiki kepada kaumnya. Sesungguhnya didalam nikmat hakiki terdapat suatu nikmat yang dirasakan oleh orang miskin.

Kenikmatan walaupun sedikit akan dirasakan sebagai nikmat yang luar biasa bagi orang miskin. Berbeda dengan orang kaya, nikmat yang dirasakan harus melebihi yang sudah dimilikinya. Orang kaya menginginkan mobil mewah, tidak mau mobil yang biasa saja, tidak mau naik angkot dan sebagainya, intinya ingin melebihi yang dimilikinya.

Hal ini di sampaikan Syekh Abdul Aziz Ridwan di acara Pengajian dan Temu Bisnis Himpunan Pengusaha LDII Jawa Timur di Ponpes Al Muflihun, Malang, Minggu (24/1).

Di hadapan peserta pengajian Aziz mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW benar-benar mempraktikkan kesederhanaan hidupnya, sampai-sampai ketika Nabi Muhammad SAW wafat baju perangnya masih di pegadaian yang tidak bisa ditebusnya. Kesederhanaan tersebut dalam rangka mencari ridhanya Allah dan rahasia sukses Rasulullah perlu kita contoh agar tidak terlena dengan gemerlap kekayaan dunia.

Didalam ayat suci Alquran dan Alhadis tidak ada satupun perkataan para Rasulullah yang memuji dunia, kecuali dunia tersebut untuk mencari ridhanya Allah. Oleh karena itu apapun pekerjaan kita, apapun usaha kita, apapun yang kita lakukan, kita barokahkan mencari ridhanya Allah.

“Sahabat Nabi Muhammad, Abu Bakar. Abu Bakar ketika masuk Islam hartanya disedekahkan 60.000 dinar. Padahal 1.000 dinar dikurskan sekitar Rp. 300.000.000, bayangkan jika dikalikan 60.000? Abu Bakar menjadi Milioner kala itu,” tutur Aziz.

Kelanjutan kisah Abu Bakar, Aziz mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berkata apa yang dilakukan Abu Bakar waktu itu, “Bagaimana dengan anak dan istrimu Abu Bakar?“ Abu Bakar pun menjawab, “Saya serahkan kepada Allah dan Rasul,” katanya.

Jika Umar bin Khatab menyedekahkan separuh hartanya, Abu Bakar menyedekahkan seluruh hartanya di sabilillah. Hingga Nabi Muhammad SAW berkata, “Tidak ada orang yang memberi manfaat harta kepadaku semanfaat hartanya Abu Bakar”. (Sofyan Gani)

Penelusuran terkait:

  • nabi mati miskin ldii

Check Also

Anggota Mejelis Taujih Wal Irsyad DPP LDII, KH. Hafiludin, S.Pdi saat memberikan materi pada acara Workshop Ekonomi Syariah di Arabica Home Stay Kawan Kawah Ijen Bondowoso, (18/3).

Indonesia Kuat dengan Ekonomi Syariah

Ratusan peserta dari Forum Komunikasi Koperasi Syariah (FKKS) se-Jawa Timur mengikuti  workshop ekonomi syariah di Arabica Homestay Kawan …

3 comments

  1. mohamad amin sodiq

    Maaf artikel yg berjudul ” pengajian dan temu bisnis himpunan pengusaha ldii ” dalam penjelasan nya syeikh aziz bahwa 1 dinar kursnya Rp 300.000.000,- mohon maaf yg benar 1 dinar kursnya Rp 300.000,- apa Rp 300.000.000,-. Mohon konfirmasinya Ajzkkr….

  2. Aselabar…barokallahufikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *