Home / Seputar Jatim / Santri PPPM Subulussalam Raih Juara 1 Lomba Video Kemenag Surabaya

Santri PPPM Subulussalam Raih Juara 1 Lomba Video Kemenag Surabaya

Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPPM) Subulussalam meraih Juara 1 dalam Lomba Video Pembelajaran Pondok Pesantren se-Kota Surabaya pada event KEMENAG Fest. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama (KEMENAG) Kota Surabaya dalam rangka Hari Amal Bakti ke-75 Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2021.

Kompetisi ini berlangsung pada bulan Desember 2020. Pendaftaran dan pengumpulan video dilakukan secara daring melalui link yang telah ditentukan.

Ketua PPPM Subulussalam, Didik Eko Putro mengucapkan selamat dan terima kasih kepada para santri, panitia dan tim editor yang telah berkontribusi dalam pembuatan video yang dilombakan tersebut.

“Saya harap, apa yang telah dilakukan di dalam video tersebut, juga senantiasa selalu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun,” sahut Didik.

Didik mengatakan bahwa meskipun berada di tengah pandemi seperti saat ini pembelajaran harus tetap dilaksanakan. Baik secara daring maupun luring.

“Saat ini memang pandemi Covid-19 belum berakhir, namun kita juga tidak boleh menyerah dan tidak boleh berhenti untuk beraktivitas terutama belajar,” ujar Didik.

Di pondok ilmu yang diajarkan tidak hanya tentang ilmu agama saja. Namun, juga ada yang namanya pembelajaran karakter. Sistem dari pembelajaran tersebut harus diberi sebuah contoh berupa budi pekerti yang baik dan benar. Oleh karena itu sistem pembelajaran pada PPPM Subulussalam pembelajaran tetap dilakukan secara offline atau luring.

“Karena di pondok itu kelasnya khusus dan orang-orangnya juga khusus. Jadi, masih memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran secara offline, karena pembelajaran tentang karakter akan sangat sulit dipahami oleh para santri jika diajarkan secara online. Akhlak dan budi pekerti santri juga harus kami pantau secara langsung,” ujar Didik.

Walaupun pembelajaran diadakan secara offline. Para santri juga dituntut untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan juga menjaga jarak antar sesama.

“Meskipun PPPM ini masih menjalankan pembelajaran secara offline. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan hal itu dipantau secara ketat. Selain itu, para santri juga dianjurkan untuk terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT, agar dapat terhindar dari wabah virus Corona dan semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir,” tambah Didik dalam penuturannya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Wustho Subulussalam Syaifuddin berharap agar video tersebut menginspirasi masyarakat.
“Harapan kami selaku pengurus pondok, dengan melalui media video ini bisa menginspirasi semua lapisan masyarakat terutama santri pondok tentang bagaimana seharusnya prosedur ketika santri masuk pondok, pengkondisian kelas dan KBM, sterilisasi, meningkatkan imun dengan berjemur atau senam di pagi hari serta tetap rajin sholat lima waktu secara berjamaah,” tutur Syaifuddin.

Syaifuddin menambahkan bahwa bagi seorang santri, pondok adalah sebuah rumah.

“Pembelajaran di masa pandemi bagi pondok pesantren tidak ada perbedaan dengan biasanya, yaitu tetap secara luring atau tatap muka, karena pesantren layaknya rumah sendiri bagi seorang santri, hanya saja tetap menerapkan protokol kesehatan,” sahut Syaifuddin. (ysy)

Check Also

Pembekalan Satgas Covid-19 LDII se-Jatim

Dinkes Jatim Beberkan Kunci Utama Turunkan Penularan Covid-19

DPW LDII Provinsi Jawa Timur menggelar pembekalan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang dihadiri Kepala Dinas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *