Home / Seputar Jatim / Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran
WhatsApp Image 2017-10-02 at 19.52.36

Tingkatkan Kualitas Mubaligh, LDII Jatim Gelar ToT Tahfidzul Quran

Guna mencetak generasi penerus bangsa yang profesional religius, para muballigh (red: penyampai agama) harus lebih kompeten dan mumpuni dalam penguasaan ilmu Alquran. Dalam hal ini, generasi tahfidzul quran menjadi salah satu konsentrasi yang digencarkan oleh LDII. Sebab, melalui generasi tahfidzul quran ini diharapkan dapat mewujudkan generasi bangsa yang cinta terhadap tanah air sekaligus cinta terhadap Alquran.

Terciptanya generasi penghafal Alquran yang profesional religius, menjadi sarana preventif terhadap tindakan kejahatan seperti korupsi, pembunuhan, pemerkosaan, perkelahian, tindakan intoleransi, sekaligus bisa diminimalisir. Para hafidz yang tiap hari mengamalkan kegiatan menghafal Al Quran baik lafadz, arti dan makna, menjadikan mereka sangat dekat dengan Allah SWT sehingga menghindarkan dari perilaku menyimpang dalam aturan agama maupun aturan negara.

Oleh karenanya, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jawa Timur mengadakan Halaqah Pembinaan Tahfidzul Quran se-Jawa Timur. Acara ini diikuti oleh seluruh DPD LDII Kabupaten/Kota seluruh Jawa Timur degan jumlah peserta 500 orang yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Barokah Sruni Sidoarjo, Minggu, (1/10).

“Kegiatan Training of Trainer (TOT) Halaqah Tahfidzul Quran ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mubaligh, mencetak jumlah mubaligh yang lebih banyak lagi, dan memperbarui ilmu dalam metode mengajar dan menghafal. Sebab, memang kualitas penyampaian dari mubaligh akan mempengaruhi pada kualitas santri,” tutur H. Rony Romandhawira, Ketua DPD LDII Kabupaten Sidoarjo sekaligus Pembina Ponpes Al Barokah.

Tahfidul Quran sekaligus untuk membina generasi penerus di zaman sekarang yang memiliki problematika yang sangat kompleks. Dimana pengaruh teknologi informasi yang tanpa batas, pergaulan bebas, degradasi moral yang terus menggerus mental anak bangsa, sampai pada masuknya faham liberalisme, kapitalisme, bahkan komunisme.

“Para muballigh digembleng dari sisi interpersonal yang meliputi dari pemahaman agama Islam yang sesungguhnya dan murni, metode bacaan, metode menghafal, sampai pemahaman terhadap esensi Alquran. Dengan demikian, hafalan dapat lebih mudah masuk di setiap benak para santri,” papar KH. Kholil Bustomi, LC sebagai Ketua Majelis Taujih Wal Irsyad.

Penulis : M. Fauzi Wibowo

Check Also

Pengurus DPW LDII Jawa Timur Ustadz H. Abdullah Mas'ud, LC (kiri) dan Dewan Pakar MUI Jawa Timur Prof. DR. KH. Moh Ali Aziz, M.Ag (tengah) sebagai pemateri Mudzakarah Dai, Sabtu (23/9).

Mudzakarah Dai, Wadahi Islam sebagai Penengah

Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsia Jawa Timur  menggelar Mudzakarah Dai yang keenam, Sabtu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *