Home / Dakwah / Hikmah Kesabaran
Hikmah Kesabaran
Hikmah Kesabaran

Hikmah Kesabaran

Zaman dahulu kala ada sebuah kisah yang penuh dengan hikmah. Ada seorang sholih yang bersama istri dan anak-anaknya. Dia diberi cobaan miskin, kekurangan harta, dan kesulitan maisyah. Pada suatu ketika, ia sedang merencanakan makan malam dengan persediaan makanan seadanya. Kemudian, pada sore menjelang malam, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar. Ia pun perintah kepada istrinya, “ Tolong buka pintu itu.” Ternyata yang datang adalah sesama orang miskin yang lain, dengan membawa istri dan anak-anaknya dalam keadaan lapar dan meminta makanan pada sang sholih ini.

Kemudian dia dengan ikhlas memberikan seluruh makanan yang dia punya kepada orang miskin yang kelaparan tadi. Dalam hatinya mungkin ada kekhawatiran. “Bagaimana istri dan anak-anak saya nanti?” Kemudian, ia berangkat menuju masjid. Sang sholih, sabar dan syukur mengerjakan  sholat sunah dan berdoa  kepada Allah, “ Ya Allah keluarga kami dalam keadaan lapar. Dan satu satunya persediaan  makanan yang kami punya sudah kami sedekahkan kepada orang yang membutuhkan.”

 Di sisi lain, ada seorang raja yang bersedekah. Raja mempunya niat semata-mata ingin menghapus dosanya dan bertaubat kepada allah. Raja bertekad bersedekah dengan membawa satu karung emas dan satu karung makanan terbaik yang dimiliki istana. Raja pergi denganh berkuda dan berkata “ Ya Allah kuserahkan tali kendali kuda ini kepada engkau, Kemana pun kuda ini menuntun saya, maka akan kuserahkan sedekah ini kepadanya.”

Ternyata kuda ini terus berjalan menuju ke masjid, dimana sang sholih berdoa kepada Allah. Raja pun mendengar doa sang solih itu. Kemudian, Raja menyerahkan sekarung emas penuh dan sekarung makanan terbaik istana. Tentu saja sang solih sangat bersyukur kepada raja. Raja pun berkata “ Saya malam ini berniat sedekah, jika kamu sewaktu-waktu ada keperluan. Maka datanglah ke istana. Sang solih berkata “ Terimakasih, Raja telah berlaku baik kepada saya, tapi disaat saya memerlukan bantuan, saya tidak akan datang kepadamu, melainkan saya akan datang kepada Allah sembari berdoa secara lahir dan batin karena Allah adalah Tuhanku  dan Tuhanmu.

Dalam berbagai kesempatan, kesabaran seseorang akan berbuah manis, manakala seseorang dapat melakukan kesabaran dalam 3 hal. Pertama, Sabar ketika mendapatkan cobaan. Ini merupakan tingkatan sabar yang paling rendah. Kesabaran disaat mendapat cobaan itu tidak mengubah cobaan itu sendiri. Apabila kita sabar, maka cobaan itu tetap akan kita jalani. Apabila kita tidak sabar pun, maka cobaan tetap akan menimpa kepada kita.

Kedua, sabar dalam menjauhi larangan Allah SWT. Prakteknya dalam hal ini, walaupun sang sholih tadi dalam keadaan demikian, ia tidak memakan makanan yang diharamkan, ia tidak mencuri, ia tidak menipu dan ia tidak mengelola usaha yang dusta dan sebagainya.

Ketiga, sabar dalam menjalankan perintah agama dengan ikhlas karena Allah. Kita jalankan kewajiban sebagai umat islam, yaitu kita senantiasa bersilaturahim, kita bekerja dengan baik dan professional, kita jalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Itulah bentuk kesabaran yang paling tinggi derajatnya. Karena kita mendapatkan limpahan pahal  900 derajat di sisi Allah. Semoga Allah memberi manfaat dan barokah. (diy)

Check Also

Pentingnya Evaluasi Diri

Pentingnya Evaluasi Diri

Definisi orang yang cerdas dan kuat menurut Nabi Muhammad SAW adalah orang yang selalu mengevaluasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *