Home / Berita Daerah / Vaksinasi Massal Berbasis Pesantren Percepat Pemutusan Rantai Covid-19
Kegiatan Vaksinasi Massal di Pondok PPPM Subulussalam, Selasa (24/8).
Kegiatan Vaksinasi Massal di Pondok PPPM Subulussalam, Selasa (24/8).

Vaksinasi Massal Berbasis Pesantren Percepat Pemutusan Rantai Covid-19

Terdapat 130 Santri yang telah divaksin dalam acara Serbuan Vaksin yang diprakarsai oleh Kodam V Brawijaya dengan Pelaksana Lapangan Kodim 0831/ Surabaya Timur, Koramil 02/0831 Tambaksari serta Nakes dari RS DKT Gubeng di Pondok Pesantren Subulussalam, pada Selasa (24/8) dengan jenis vaksin Sinovac, dosis pertama.

“Ini adalah kerjasama antara pondok (pesantren) dengan Kodam V Brawijaya,” ujar Syaifuddin, Kepala Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Subulussalam.

Proses Vaksinasi Massal di Pondok PPPM Subulussalam, Selasa (24/8).
Proses Vaksinasi Massal di Pondok PPPM Subulussalam, Selasa (24/8).

Peserta vaksinasi dalam acara tersebut dikhususkan untuk warga Pondok Pesantren. “Vaksinasi pada hari ini ditargetkan untuk para santriwan-santriwati Wustha, Ulya, Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa (PPPM) Subulussalam, Guru, Pengurus Pondok Pesantren.

LDII di berbagai tingkatan, terus membantu pemerintah menekan angka Covid-19, terutama di sekitar pesantren binaan LDII.

“Setelah divaksin harapannya kami akan merasa lebih aman, lebih percaya diri dan tidak ada lagi warga pondok yang terkena covid-19,” tambah Syaifuddin.

Menurut Syaifuddin pandemi Covid-19 juga membawa dampak pada pondok pesantren pasalnya para santri rentan terpapar covid-19 karena kehidupannya bersifat komunal. Sementara ketika pesantren-pesantren sepi, roda perekonomian juga berhenti berputar.

“Vaksinasi sangat penting bagi santri agar imunnya kuat. Ketika mendapat serangan virus, orang yang sudah divaksin imunnya terhadap serangan Covid-19 lebih kuat dari pada orang yang belum divaksin,” jelas Syaifuddin. (ysy)

Check Also

Ketua Departemen KIM DPP LDII, Ludhy Cahyana Pemateri Pelatihan Jurnalistik di Aula Al-Karim, Sugio, Lamongan, Minggu (3/10).

Jadi Wartawan Tak Hanya Bermodal Pede

Menjadi seorang wartawan tak hanya bermodal percaya diri namun juga harus melakukan riset sebelum liputan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *